Perselingkuhan: Masalah antar Individu yang Mestinya Diatasi Bersama

Tiara Febriani
3 min readOct 11, 2022

--

Ilustrasi

Isu Perselingkuhan yang Ramai Dibicarakan

Beberapa waktu terakhir isu mengenai perselingkuhan tengah ramai dibicarakan, bagaimana tidak? Banyak informasi yang muncul di sosial media mengenai publik figur yang tidak setia terhadap pasangannya setiap harinya.

Naasnya, hal ini terjadi dalam waktu yang berdekatan dan terjadi diberbagai wilayah di dunia. Publik figur Hollywood dan Indonesia diterpa dengan informasi perselingkuhan.

Terpaan Berita dan Opini Masyarakat terhadap Perselingkuhan

Perselingkuhan memang menjadi isu yang hangat untuk dibicarakan karena kontennya yang menarik banyak orang, terlebih publik figur yang menjadi aktor utama dalam informasi ini.

Pemberitaan mengenai isu perselingkuhan publik figur yang terus-menerus dimasak, buat netizen ikut bersuara dan memberikan opininnya mengenai perselingkuhan. Salah satunya adalah ketidakpercayaan seseorang untuk tidak berkomitmen ke hubungan yang serius (menikah).

Terlebih kasus perceraian yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Sumber: lokadata.id

Efek Domino Perselingkuhan

Tingginya angka perceraian dan munculnya opini masyarakat untuk tidak menikah menjadi salah satu landasan utama mengapa pengetahuan mengenai pendidikan pra nikah dan pendidikan seksual menjadi hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat khususnya di Indonesia. Mengapa harus kedua pengetahuan tersebut? Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut dibagian selanjutnya.

Mungkin memang terkesan berlebihan, namun secara tidak langsung perselingkuhan khususnya dalam pernikahan dapat memantik efek domino yang berdampak pada penurunan kualitas masyarakat di Indonesia apabila tidak ditangani secara serius.

Dampak Perselingkuhan terhadap Korban

Hal yang masuk akal apabila aturan undang-undang mengenai perselingkuhan dalam pernikahan yang didalamnya terdapat unsur perzinahan dapat dipidana. Mengapa?

Karena banyaknya dampak buruk yang dapat dialami korban perselingkuhan (Pasangan yang diselingkuhi dan Anak) seperti mengalami trauma, ataupun menerima penyakit menular seksual dari orang yang berselingkuh.

Belum lagi dampak perceraian yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Seperti yang kita ketahui, bahwa semua orang memiliki kapasitas yang berbeda-beda dalam menyikapi hal yang Ia alami.

Mungkin sebagian orang akan yang menjadi korban akan berusaha tegar dan melanjutkan hidupnya, namun bagaimana dengan sebagian lainnya? yang memiliki dampak negatif dan melakukan tindakan immoral dalam lingkup sosial? ataupun orang yang memberikan luka baru bagi orang terdekatnya?

Apabila tingkat perselingkuhan dan perceraian mengalami peningkatan setiap tahunnya, dan juga tidak adanya langkah nyata untuk mengatasinya, maka peluang individu yang mengalami dampak negatif dari hal ini semakin meningkat.

Akibatnya ialah penurunan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) karena harus menanggung rasa trauma ataupun melakukan tindakan immoral apabila Ia tidak tahu caranya menghadapi kenyataan yang dialami.

Argumen yang Ramai Dibicarakan

Argumentasi mengenai ketakutan untuk berkomitmen dan tidak menikah yang kerap dibicarakan oleh beberapa individu di sosial media dan mendapat perhatian publik akhir-akhir ini juga bukan hal tepat dan bukan juga solusi yang cemerlang untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Seperti yang dijelaskan pada Teori Abraham Maslow, salah satu motivasi manusia untuk mencapai individualitasnya adalah rasa aman seperti kestabilan dan keteraturan, sehingga menyebarluaskan rasa takut untuk tidak menikah bukan solusi yang tepat karena peluang seseorang untuk mengalami metapologi dan menurunkan kualitas manusia sebagaimana mestinya akan meningkat.

Selain itu, melalui pemberitaan beberapa waktu terakhir kita dapat mengetahui bahwa penyakit seksual terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, yang artinya pendidikan seksual masih belum diperhatikan dengan baik oleh masyarakat.

Sehingga argumentasi ketakutan untuk menjalin pernikahan dan berkomitmen yang dirasakan oleh generasi muda saat ini, serta anak muda yang beralih melakukan hubungan seksual secara bebas tanpa adanya pedoman pendidikan seksual yang mumpuni, justru hanya menambah permasalahan baru.

Upaya yang Dapat Dilakukan

Tindakan yang dapat dilakukan bagi pemerintah untuk memutus ataupun mengurangi adanya efek domino ini ialah memberikan wadah bagi masyarakat untuk merasa keamanan dan pengetahuan yang mumpuni untuk menghadapi pernikahan ataupun aktivitas didalamnya.

Oleh sebab itu perlu adanya gerakkan yang dilakukkan oleh pemerintah ataupun KOL (Key Opinion Leader) di bidangnya untuk bersama-sama membantu mengatasi efek domino dari perselingkuhan ini.

Hal tersebut dapat berupa kampanye atau sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan pra nikah dan pendidikan seksual yang mudah ditanggapi oleh masyarakat di Indonesia. Di era informatif ini rasanya juga akan lebih mudah untuk mewujudkan gerakkan ini karena bisa diterapkan di berbagai platform sosial media.

Menurut penulis, menanggapi isu perselingkuhan dan perceraian secara serius adalah salah satu langkah baik dan visioner untuk mencegah kejadian serupa dan membentuk kepribadian masyarakat Indonesia yang berkualitas, sehingga tidak ada salahnya apabila argumentasi penulis mengenai upaya yang dapat dilakukan bisa direalisasikan dikemudian hari.

--

--